Kisah Pohon Solomon

Adalah sebuah kebiasaan yang ditemukan di sekitar penduduk kepulauan Solomon, yang terletak di Pasifik Selatan. Yaitu meneriaki pohon.

Untuk apa mereka lakukan?

Kebiasaan ini ternyata mereka lakukan ketika mereka menemukan pohon yang sangat besar dan berakar kuat. Mereka kesulitan untuk menebang pohon tersebut dengan cara biasa. Oleh karena itu, mereka melakukan cara yang menurut mereka tidak pernah gagal, yaitu dengan meneriaki pohon tersebut. Beberapa penduduk yang lebih kuat dan berani akan memanjat ke atas pohon. Kemudian mereka akan berteriak sekuat tenaga pada pohon itu. Mereka lakukan berjam-jam lamanya selama berpuluh-puluh hari.

Apa hasilnya??

Sungguh mengejutkan!

Hari demi hari pohon tersebut mulai menggugurkan daun-daunnya yang kering. Merontokan ranting-ranting yang rapuh. Perlahan, pohon itu layu dan kemudian mati. Dengan demikian, pohon itu akan mudah untuk ditumbangkan. Sungguh semudah itukah mematikan makhluk hidup yang besar itu?

Jika kita perhatikan, apa yang dilakukan oleh penduduk Solomon itu sangan aneh. Namun, dibalik keanehan itu ada satu hal yang bisa kita pelajari. Sangat berharga!!

Mereka telah membuktikan bahwa teriakan-teriakan yang dilakukan terhadap suatu makhluk hidup bisa mematikan roh makhluk hidup tersebut. Dia akan mati dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Nah, sekarang apa yang bisa kita pelajari dari fenomena tersebut?

Sangat berharga sekali!!

Setiap kali kita meneriaki seseorang dengan kasar, maka setiap itu pula kita sedang mematikan rohnya.

Seringkah kita berteriak pada anak kita karena jengkel, nakal, dan susah diatur? Cepaaat! Lelet banget sih kamu! Kerjanya Cuma tidur! Disuruh begitu aja gak becus!

Seringkah kita berteriak pada orang tua kita karena kesal? Kenapa sih nyuruh-nyuruh terus! Cerewet banget sih!

Seringkah seorang guru berteriak pada muridnya? Payah banget sih soal kaya gini aja gak bisa! Kamu bodoh! Dasar lelet!

Seringkah kita berteriak pada teman kita? Dasar kurang ajar! Gak tau malu! Gaptek! Tolol! Bego!

Seringkah kita berteriak pada pasangan kita? Aku bener-bener nyesel nikah sama kamu! Kamu gak pernah berguna jadi pacar aku selama ini!

Disadari ataupun tidak, itulah realita yang terjadi dalam kehidupan kita.

Kawanku yang baik hatinya…

Jika rasa dan asa ingin segera melontarkan kata yang kasar dari mulut kita karena merasa kesal, terhina, marah, dan terluka… Ingatlah pada apa yang diajarkan oleh penduduk Solomon ini. Mereka mengajari kita bahwa setiap kali kita berteriak, maka setiap itu pula kita mulai mematikan roh orang-orang yang kita cintai. Mereka akan terluka. Mereka akan layu seperti pohon. Dan perlahan mereka akan merasa kosong.

Hidup ini adalah pilihan kawan…

Jika kita ingin roh yang ada pada diri orang-orang yang kita sayangi tetap ada, janganlah meneriakinya dengan kasar. Masih ada kesempatan untuk berbicara dengan baik-baik tentang apa yang kita harapkan. Tapi jika sebaliknya, apabila kita ingin membunuh roh orang-orang yang kita sayangi, maka berteriaklah sepuas hati. Hidup adalah pilihan…

Terinspirasi dari kisah nyata dan film”Every Child is Special”

5 Komentar (+add yours?)

  1. Kim Gwiyeoun
    Des 04, 2012 @ 11:54:54

    cool….!!!:D

    Balas

  2. parto
    Des 13, 2012 @ 21:02:13

    aku mengalami hal itu,seblumnya saya perna juara di kls, dari kls 1 sampai 3 sd,juara terus,nah mulai kls 4 SD menurun, smp SMA ,nanti kulia baru kemajuan muncul…alhamdulilah allah menyelamatkan saya

    Balas

  3. Devani
    Jun 11, 2013 @ 02:01:13

    aku pernah mengalami itu dulu aku kelas 4 sd persis bangeeeeeet!!!!!!!!!!!!! :{

    Balas

  4. waisy
    Okt 17, 2014 @ 01:51:10

    Ada pelajaran yang bisa kita petik darisini. Sangat berharga.

    Balas

  5. syazilaa
    Okt 17, 2014 @ 02:37:24

    keren

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: